Kebutuhan akan hadirnya konten-konten positif dan menyejukkan di media sosial mendorong pesantren untuk membekali santri dengan keterampilan literasi media. Di samping proyek pengembangan robotika dan otomasi industri yang melatih kecerdasan teknik santri, bidang komunikasi publik juga mendapat perhatian yang sangat besar. Ponpes Baitil Hikmah membentuk ekstrakurikuler media untuk melatih santri dalam penulisan berita, fotografi media, dan teknik videografi kreatif. Pelatihan jurnalistik digital ini bertujuan agar santri mampu mendokumentasikan serta menyebarkan syiar kegiatan pesantren secara profesional.
Santri dibekali pemahaman mengenai kode etik jurnalistik, verifikasi fakta, serta teknik penyuntingan naskah berita berbasis fakta yang valid. Melalui kelas jurnalistik digital, mereka belajar mengelola majalah dinding elektronik, situs buletin pesantren, dan akun media sosial resmi pondok. Santri dilatih menyusun narasi yang santun, informatif, dan menginspirasi guna meminimalkan penyebaran berita bohong di dunia maya.
Pemasangan hasil karya jurnalistik santri secara rutin meningkatkan rasa percaya diri dan daya kritis mereka dalam mengamati fenomena sosial sekitar. Hasil wawancara santri dengan para tokoh agama dan akademisi dipublikasikan dalam bentuk artikel berita dan buletin cetak berkala. Media pesantren menjadi wadah ekspresi gagasan kritis santri yang produktif dan berbobot.
Pelatihan literasi digital ini terbukti melahirkan lulusan santri yang mahir mengisi ruang-ruang publik dengan narasi keislaman yang ramah. Santri siap menjadi kontributor informasi yang terpercaya di tengah pesatnya arus perkembangan media komunikasi modern. Kebijakan ini memperluas jangkauan dakwah pesantren hingga ke masyarakat luas.
Pembekalan keterampilan komunikasi media merupakan langkah strategis pesantren dalam mempersiapkan kader pencerah umat di era informasi. Karya tulis santri menjadi jembatan penghubung yang efektif antara dunia pesantren dan masyarakat umum.
Keterampilan menulis yang terasah baik menjadi sarana dakwah yang sangat efektif bagi para santri di era digital. Kreativitas jurnalistik yang santun membantu menyebarkan kebaikan Islam ke ruang publik yang lebih luas.
