Keterbatasan jaringan listrik di pulau-pulau terpencil Nusa Tenggara Timur menjadi hambatan besar bagi anak-anak untuk belajar pada malam hari. Berseiring dengan program penyerahan lampu sel surya portabel, relawan santri mendistribusikan perangkat lampu surya portabel di NTT. Bantuan lampu penerangan bertenaga matahari ini ditujukan bagi para santri dan keluarga prasejahtera yang selama ini mengandalkan lampu minyak tanah. Penyediaan sarana cahaya ramah lingkungan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar dan mengaji malam.
Perangkat lampu surya yang dibagikan dilengkapi dengan panel surya kecil yang mudah diisi ulang di bawah terik matahari sepanjang siang hari. Lampu ini memiliki tingkat pencahayaan yang cukup terang, hemat energi, serta aman dari risiko bahaya kebakaran akibat penggunaan bahan bakar cair. Para santri mengedukasi warga mengenai tata cara pengisian daya dan pemeliharaan panel baterai agar alat penerangan ini dapat digunakan jangka panjang. Penyerahan bantuan ini memberikan keceriaan besar bagi anak-anak pedalaman saat menyambut malam.
Lokasi pembagian diutamakan untuk fasilitas ruang belajar pondok, asrama santri, serta rumah-rumah warga dhuafa di wilayah yang belum terjangkau PLN. Anak-anak dan santri kini dapat membaca buku dan menghafal ayat Al-Qur’an dengan nyaman tanpa terganggu asap atau bau menyengat dari lampu minyak tanah. Penghematan biaya pembelian minyak tanah juga dirasakan langsung oleh keluarga penerima manfaat setelah beralih ke energi surya gratis ini. Dampak ekonomi dan sosial dari bantuan ini dirasakan sangat nyata.
Keunggulan portabel dari lampu ini memungkinkan warga memanfaatkannya untuk penerangan jalan saat malam hari atau aktivitas melaut bagi para nelayan tradisional. Tim relawan santri memastikan setiap unit lampu teruji berfungsi dengan baik sebelum diserahkan kepada para penerima manfaat di desa target. Pembekalan pengetahuan teknologi energi terbarukan sederhana ini memberi wawasan baru bagi masyarakat terpencil mengenai pemanfaatan potensi alam. Santri bertindak sebagai penggerak teknologi tepat guna di daerah.
Dampak positif dari pembagian sarana penerangan tenaga surya ini langsung terlihat dari meningkatnya jam belajar malam anak-anak di desa sasaran. Kualitas kesehatan pernapasan warga juga meningkat seiring berkurangnya penggunaan lampu minyak tanah berbahan bakar fosil yang polutif. Santri NTT terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan guna membantu masyarakat prasejahtera di pelosok. Sinergi kemanusiaan ini menjadi pendorong semangat belajar generasi muda daerah.
Aksi penyaluran lampu terang hemat energi berbasis tenaga matahari ini terlaksana dengan sukses dan memberikan manfaat langsung yang berkelanjutan. Pengalaman mendistribusikan teknologi hijau ini makin memantapkan peran santri dalam mengabdi dan menerangi kehidupan masyarakat pedalaman. Diharapkan cahaya dari lampu surya ini dapat terus mengiringi langkah anak-anak NTT dalam meraih cita-cita dan masa depan yang cerah. Program kemandirian energi santri akan terus dilanjutkan ke berbagai wilayah lainnya.
