Terputusnya jaringan penerangan listrik akibat bencana alam sering kali menciptakan suasana gelap dan tidak aman di titik-titik penampungan darurat. Melengkapi penanganan krisis energi yang telah menyalurkan pembagian lampu darurat tenaga engkol manual, sumber energi terbarukan kini dimanfaatkan. Tim relawan santri menyalurkan puluhan unit alat penerangan mandiri bertenaga matahari bagi posko pengungsian di daerah terisolasi Nusa Tenggara Timur.
Pemanfaatan lampu emergency tenaga matahari menjadi solusi paling praktis di lokasi krisis yang mengalami kelangkaan bahan bakar minyak untuk genset. Perangkat penerangan ini dilengkapi dengan panel surya kecil yang dapat menyerap energi matahari secara maksimal pada siang hari. Daya listrik yang tersimpan pada baterai lithium mampu menyalakan lampu LED yang terang selama belasan jam sepanjang malam. Penggunaan perangkat terbarukan ini hemat biaya dan bebas polusi udara.
Distribusi alat penerangan hemat energi ini diprioritaskan untuk tenda-tenda medis, dapur umum, sarana sanitasi, serta area tidur pengungsi anak dan lansia. Keberadaan cahaya terang di area posko sangat membantu petugas medis dalam memberikan tindakan pertolongan darurat pada malam hari. Selain itu, penerangan yang cukup memberikan rasa aman bagi kaum wanita dan anak-anak dari potensi gangguan keamanan di pengungsian. Suasana malam menjadi lebih tenang.
Para santri mengajari pengelola posko pengungsian cara merawat panel surya agar daya pengisian baterai tetap optimal setiap harinya. Panel surya cukup dibersihkan dari debu dan dijemur di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung sejak pagi hingga sore. Kemudahan operasional perangkat penerangan hemat energi ini membuat pengungsi dapat mengelolanya secara mandiri tanpa kendala teknis. Kemandirian energi lokal tercipta di lokasi penampungan.
Warga pengungsi merasa sangat terbantu dengan kehadiran bantuan alat penerangan tenaga surya yang dibagikan oleh Pondok Pesantren Baitil Hikmah. Anak-anak kini dapat kembali membaca dan belajar di dalam tenda pengungsian pada malam hari tanpa kegelapan. Kehadiran bantuan ini membawa kenyamanan dan harapan baru bagi para korban bencana alam. Sinergi bantuan energi bersih terus diperluas ke lokasi terdampak lainnya.
Aksi tanggap krisis penerangan oleh santri NTT ini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebutuhan mendasar masyarakat di lokasi terdampak bencana. Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan menjadi contoh nyata penanganan krisis yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Dukungan penerangan akan terus dikawal demi menjaga keamanan dan kenyamanan kehidupan para pengungsi di penampungan.
