Terputusnya jaringan kabel listrik PLN akibat terjangan badai siklon di wilayah Nusa Tenggara Timur menyisakan kegelapan total di posko pengungsian. Aktivitas malam hari lumpuh total karena warga kesulitan mendapatkan sumber penerangan darurat untuk merawat anak-anak. Para santri pondok pesantren Baitil Hikmah membagikan lampu senter darurat tenaga engkol manual tanpa baterai. Inovasi alat penerangan praktis ini membantu warga mengatasi krisis listrik malam hari.
Tim relawan santri mendatangi tenda-tenda pengungsian sambil membawa ratusan unit lampu portabel unik yang dapat menyala dengan cara diputar engkolnya. Warga tidak perlu khawatir kehabisan baterai atau minyak tanah karena energi lampu dihasilkan dari tenaga putaran tangan mekanis. Cahaya lampu LED yang terang benderang menerangi bilik-bilik tenda darurat posko pengungsian. Suasana malam hari menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengungsi.
Selain pembagian lampu engkol manual, para santri juga memasang perangkat sel surya portabel di atap tenda medis darurat posko. Panel surya mini tersebut dihubungkan dengan lampu penerangan ruang periksa serta pengisi daya baterai gawai warga. Bantuan energi terbarukan ini sangat diandalkan oleh tim dokter malam hari dalam melayani pasien darurat. Inovasi teknologi tepat guna meringankan beban krisis energi posko.
Koordinasi penjagaan fasilitas penerangan malam dilakukan secara bergiliran oleh para pemuda relawan santri bersama warga setempat. Rasa aman terpancar dari wajah para ibu dan anak-anak yang kini dapat beristirahat dengan tenang dalam terang cahaya. Apresiasi tulus disampaikan oleh koordinator posko bencana atas bantuan penerangan yang sangat solutif ini. Pengabdian santri mencerahkan kegelapan malam.
Dukungan pengadaan perangkat lampu darurat ini terselenggara berkat sumbangan para donatur industri teknologi serta alumni pesantren. Solidaritas kemanusiaan melintasi pulau membuktikan kepedulian nyata generasi muda terhadap penderitaan sesama. Setiap cahaya lampu yang menyala adalah simbol harapan baru bagi masa depan para penyintas bencana. Terang malam bawa damai.
Program pembagian lampu darurat tenaga engkol ini diharapkan mampu menjaga keamanan dan kenyamanan pengungsi selama krisis listrik. Kemandirian energi darurat buatan santri menjadi inspirasi solusi praktis di daerah terpencil bencana. Semangat berinovasi sosial harus terus dikembangkan demi kemaslahatan masyarakat luas. Santri kreatif negeri terang.
