Program yang mereka usung diberi nama Ekowisata Gua, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengenalkan keindahan bawah tanah kepada masyarakat umum sekaligus menjaga kelestarian ekosistem gua yang sangat sensitif. Berbeda dengan tur wisata komersial pada umumnya, ekowisata di sini menekankan pada edukasi dan konservasi. Para santri dilatih menjadi pemandu profesional yang tidak hanya mahir dalam teknik penelusuran gua (caving), tetapi juga mampu menjelaskan sejarah geologi dan pentingnya gua sebagai penyimpan cadangan air tanah bagi kehidupan manusia di atasnya.
Dalam program Tur Geologi Unik ini, pengunjung diajak untuk melihat langsung keajaiban stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan tahun. Para santri pemandu akan menjelaskan proses kalsifikasi dan bagaimana tetesan air membentuk ornamen gua yang luar biasa. Perjalanan ini menjadi sarana tadabbur alam yang sangat efektif; di kegelapan abadi bawah tanah, pengunjung diajak merenungkan kebesaran Sang Pencipta yang mampu membentuk keindahan di tempat yang paling tersembunyi sekalipun. Pengalaman sensorik ini seringkali memberikan kesan spiritual yang mendalam bagi para peserta tur.
Eksistensi Ponpes Baitil Hikmah sebagai pengelola ekowisata ini juga berperan sebagai benteng pertahanan bagi kawasan karst dari ancaman penambangan liar. Dengan menjadikan gua sebagai objek wisata edukasi, masyarakat sekitar mulai menyadari bahwa gua yang terjaga memiliki nilai ekonomi yang lebih berkelanjutan daripada jika batu kapurnya dikeruk habis. Santri-santri di sini bertindak sebagai polisi hutan sukarela yang memantau kebersihan gua dan memastikan tidak ada vandalisme atau perusakan ekosistem di dalamnya, seperti gangguan terhadap koloni kelelawar yang menghuni gua tersebut.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam tur ini. Setiap peserta diwajibkan menggunakan peralatan standar seperti helm, lampu kepala, dan sepatu khusus. Di lingkup Baitil Hikmah, pelatihan penyelamatan di dalam gua (cave rescue) juga menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler santri. Hal ini membangun fisik santri yang tangguh, tangkas, dan memiliki kesiapsiagaan tinggi terhadap kondisi darurat. Kedisiplinan yang diajarkan dalam mengaji diterapkan dalam SOP penelusuran gua, di mana setiap prosedur harus diikuti dengan teliti demi keselamatan bersama.
